Friday, November 3, 2017

Keonaran Netijen Akan Sebuah Menu

     

     Tiga hari ini media social dihebohkan dengan kemunculan menu baru dari sebuah restoran cepat saji. Bahkan saking hebohnya sempat menjadi trending topic selama tiga hari berturut turut. Iya, sebuah menu yang berhasil mendefinisikan apa itu out of the box dengan sebenar benarnya. Dia adalah KFC, Restoran franchise yg dipelopori oleh seorang pensiunan tentara bernama Kolonel Herland Sanders yg terkenal dengan menu ayam gorengnya. Rasa ayam gorengnya yg krispi, gurih, renyah dan nikmat sampai sampai mampu memunculkan pameo “Belom makan ayam goreng kalo belom ke KFC”. Berlebihan? Memang seperti itu kenyataannya.


    Tapi apa boleh buat, kerenyahan dan kegurihan ayam goreng KFC sedikit ternoda dengan adanya menu baru tersebut. Pemberitaan dan reaksi netizen pun serasa lebih renyah dari pada menu itu sendiri. Menu sudah dilunching, iklan sudah bertebaran dan paling sulit adalh reaksi Netizen udah kelewat heboh dari apa yg dibayangkan oleh Kolonel Sanders. Lalu sebenarnya menu apa yg berhasil membuat heboh warga net tersebut? Spicy Chocolate Chiken aka CHOCHIK. Perpaduan antara ayam goreng krispi, gurih dicampur dengan saus coklat kental. Duuh membayangkannya saja saya gak tahan. Entah apa yg ada dalam pikiran peracik menu di tubuh KFC. Apakah benar benar sebuah inovasi atau murni keisengan berbuah keberuntungan seperti halnya yg terjadi pada kue bolu.



  Saya sih suka sama hal hal baru berbau eksperimen tapi ya gak gini gini juga sih. Menggabungkan ayam goreng krispi dengan coklat itu benar benar pengkhianatan akan ayam goreng. Melihat ayam goreng disiram kecap saja adalah dosa besar bagi saya, ini malah disiram coklat. Bukan salah coklatnya yaa, tapi memang keduanya tidak serasi untuk dipasangkan. Sama halnya ketika melihat Bastian Steel berpasangan dengan Chelsea Islan, meskipun sah sah saja tapi dalam hati kecil saya tetap saja ndak rela. Jadi pliis KFC, tolong kembalikan ayam goreng sesuai kodratnya !

Wednesday, May 3, 2017

Penyakit Kritis



                                                            
   Apa itu penyakit kritis? Menurut KBBI penyakit adalah sesuatu yg menyebabkan terjadinya gangguan pada mahluk hidup, gangguan kesehatan yg disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem faal atau jaringan pada organ tubuh pada mahluk hidup. Sedangkan kritis masih menurut KBBI adalah dalam keadaan krisis, gawat, genting (tentang suatu keadaan). Jadi secara harfiah pengertian sakit kritis adalah gangguan kesehatan pada mahluk hidup hingga menyebabkan keadaan krisis, gawat, genting yg terjadi secara mendadak ataupun berangsur angsur.
  
   Bagaimana penyakit kritis pada manusia. Menurut data WHO penyakit kritis membunuh 36 juta orang setiap tahunnya di seluruh dunia atau hampir 70% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit kritis. Dan lebih dari Sembilan juta dari semua kematian terjadi sebelum usia 60 tahun. Bagaimana dengan di Indonesia? Angka kematian akibat penyakit kritis Indonesia cenderung meningkat. Angka kematian akibat penyakit kritis di Indonesia jauh lebih tinggi yakni 80% dari total kematian. Hal ini tidak terlepas dari rendahnya kesadaran masyarakat kita akan pengetahuan tentang penyakit kritis serta pola hidup yg tidak sehat. Kebanyakan pasien sakit kritis memeriksakan kodisinya saat sudah stadium lanjut. Kondisi ini terjadi mungkin karena mahalnya biaya berobat, minimnya pengetahuan tentang sakit kritis, fasilitas kesehatan yg kurang memadai dan jarangnya masyarakat kita melakukan medical chek up secara rutin.

    Masih menurut data WHO berikut adalah 10 penyakit paling mematikan di Indonesia

1. Stroke
2. Penyakit Jantung
3. Diabetes
4. Tubercolusis Pernafasan
5. Hipertensi atau Darah tinggi
6. Penyakit pernafasan khususnya Penyakit Paru Obsruktif Kronis
7. Penyakit liver
8. Kecelakaan lalu lintas
9. Radang paru paru
10. Diare atau gastro-enteritis yg berasal dari infeksi

t       Dan tahukah anda berapa biaya yg dibutuhkan untuk mengobati penyakit kritis? Berapa biaya pengobatan penyakit seperti kanker, jantung, stroke, dan gagal ginjal?
Tergantung penyakitnya apa? Seberapa parah kondisinya dan di rumah sakit apa berobatnya. Tapi yg pasti sangat besar. Selain itu, penyakit kritis bisa mengurangi produktifitas sehingga penghasilan berkurang bahkan hilang. Jika melihat pengalaman para artis terkenal yg pernah mengalami sakit kritis, biayanya ternyata sampai milyaran. Bahkan banyak diantaranya yg mengalami kebangkrutan. Padahal sebagai artis terkenal dengan bayaran yg mahal,mereka mestinya banyak uang. Tapi uang yg banyak itu pun ternyata masih kurang.










Note: mohon maaf untuk artis di atas yg saya sebutkan namanya. Saya tidak bermaksud buruk, hanya untuk ambil hikmahnya saja.


     Solusi
   
   Nah, apakah saat ini anda sudah punya uang tunai miliaran rupiah di rekening anda? Jika sudah, apakah rela jika diserahkan begitu saja ke pemilik rumah sakit? Jika belum, bagaimana cara anda mengatasi masalah ini? Solusinya adalah Critical illness

     Critical illness
  
   Critical illness merupakan manfaat dalam asuransi yg memberikan santunan uang tunai dengan nilai tertentu sesuai petanggungan yg diambil dan tertera dalam polis dan diberikan saat peserta atau nasabah terkena kondisi sakit kritis. Bahkan di beberapa Asuransi manfaat Critical illness dapat di klaim saat nasabah pertama kali terdiagnosa penyakit kritis atau pada kondisi awal. Bagaimana Critical illness bekerja? Critical illness sangat berbeda dengan asuransi kesehatan pada umumnya. Jika asuransi kesehatan akan membayar tagihan rumah sakit, operasi, dokter dan obat obatan. Maka asuransi Critical illness memberikan santunan uang tunai yg ditransfer ke rekening anda tanpa memperhitungkan berapa biaya rumah sakit yg telah anda keluarkan. Jumlahnya tergantung pada nilai saat pengajuan dan tertera dalam buku polis. Jumlah pertanggungan Critical illness ini biasanya menyesuaikan dengan permintaan calon peserta dan tentu saja sesuai dengan besaran premi peserta. Uang tersebut sepenuhnya menjadi hak anda dan dapat anda gunakan untuk keperluan sehari hari yg bahkan tidak ada hubungannya dengan pengobatan. Misal, bayar cicilan kartu kredit, cicilan rumah, cicilan apartemen, cicilan mobil, kebutuhan sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

     Berapa angka ideal Critical illness untuk saya?
  
  Pertanyaan ini sering dilontarkan calon nasabah saya yg ingin mengambil manfaat Critical illness. Sebenernya ini sangat relatif tergantung dari berapa pengeluaran bulanan anda dan berapa jumlah tanggungan anda. Jika anda berpikir ingin mengurangi jumlah santunannya demi mendapatkan premi lebih murah. Anda salah besar,meskipun anda membayar lebih sedikit, apakah anda yakin uang pertanggungan anda layak untuk memenuhi kebutuhan keluaraga anda jika sesuatu terburuk terjadi? Untuk membantu anda menghitung jumlah ideal pertanggungan Critical illness berikut saya uraikan secara sederhana cara menghitungnya;

UP CRITICAL ILLNESS = JUMLAH PENGELUARAN RUTIN BULANAN x 12 x 10

Contoh jika Pak Budi mempunyai pengeluaran rutin bulanan 10 juta maka UP critical illness ideal adalah

 10.000.000 x 12 x 10 = 1.200.000.000


  Kenapa 1,2 M ? Jika pak Budi terdiagnosa sakit kritis maka pak Budi tidak perlu khawatir. Karena kebutuhan bulanan pak Budi sudah dapat dipenuhi dengan cairnya UP Critical illness senilai kebutuhan bulanan keluarga pak Budi selama 10 tahun ke depan. Pengeluaran rutin bulanan termasuk cicilan mobil, rumah, cicilan kartu kredit, kebutuhan belanja bulanan dan apapun yg sifatnya rutin setiap bulan. Untuk membantu anda mengetahui cara kerja Asuransi Critical illness, di bawah merupakan link video sederhana tentang Critical illnes

https://youtube/RrgtVD65LZg

Untuk konsultasi gratis mengenai Critical illness silahkan menghubungi saya:

   PURWANTO

WA     : 081389757008
Telp    : 081389757008
BBM  : D260D8C7
 

Saturday, November 12, 2016

Perampok Paling Modern

Bangkrut Karena Tidak Punya Asuransi! Loh, Kok Bisa?




Anda tahu berapa biaya untuk operasi jantung saat ini? Nilainya bisa puluhan hingga ratusan juta. Apakah artinya asuransi kesehatan adalah sebuah hal yang tidak bisa ditawar?
Ada sebuah data yang mengungkapkan, 80% kehidupan masyarakat Indonesia jauh dari harapan hidup sehat. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan adalah; 20% masyarakat kelas menengah mengalami kebangkrutan ketika tiba-tiba terseramg penyakit kritis.
Pertanyaannya, seburuk itukah kondisinya? Sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan untuk penanganan sebuah penyakit kritis? Kami coba ulas 3 penyakit yang bisa menguras kantong Anda jika tidak punya perlindungan asuransi kesehatan.

Jantung

Dari data yang ada, penyakit jantung menyumbang 30%  dan angka 17 juta kasus kematian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung adalah pembunuh nomor 1. Jika Anda terserang risiko ini, berapa biaya yang harus ditanggung? Berikut perkiraan
biaya penyakit jantung:

Kateterisasi / tindakan invasif pra-bedah : Rp 30 juta – Rp 50 juta

Pemasangan ring / angioplasty : Rp 60 juta – Rp 90 juta per ringBypass jantung : Rp 150 juta – Rp 250 jutaCangkok jantung : > Rp 1 miliar

Sebagai informasi, biaya tersebut belum termasuk pemeriksaan laboratorium, perawatan setelah bedah, konsultasi pra dan pasca pengobatan, dan obat-obatan lanjutan. Bahkan, seluruh biaya tersebut terus mengalami peningkatan setidaknya sebesar 13% 

Kanker

Begitu Anda terdiagnosa penyakit kanker, maka Anda harus bersiap untuk mengeluarkan dana sebesar Rp 100 juta perbulan. Dalam sebuah keterangannya, Dr. Ulfana Said Umar, Wakil Sekretaris Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengatakan, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 102 juta – Rp 106 juta per bulan.
Diagnosa awal membutuhkan dana sekitar Rp 10 juta. Bila dapat dioperasi, dibutuhkan Rp 25 juta – Rp 29 juta. Biaya itu  belum termasuk kemoterapi dengan biaya Rp 2 juta – Rp 6 juta setiap sesi, dan setidaknya harus dilakukan 6 kali terapi.
 
Ginjal

Biaya operasi penyakit ginjal sangatlah mahal, oleh karena itu kita harus benar-benar baik dalam merawat dua benda yang ada di pinggang kita tersebut. Penyakit ginjal dibagi menjadi 3 kategori besar

Biaya Operasi Batu Ginjal
Batu ginjal terjadi karena konsentrasi urin yang pekat sehingga terjadi pengkristalan mineral dan asam garam. Diketahui, biaya penghancuran batu ginjal menggunakan alat ESWL berkisar antara Rp 3,8 juta – Rp 6,5 juta satu kali terapi. Sedangkan operasi tradisional menghabiskan biaya sekitar Rp 22 juta, dan belum termasuk rawat inap, biaya pra dan pasca, dan tentu saja uang yang hilang karena tidak bisa bekerja.

Biaya Cuci Darah
Ketika ginjal yang sudah tidak mampu lagi berfungsi dengan baik, maka harus dibantu dengan cuci darah. Sementara biaya cuci darah rata – rata sebesar Rp 850.000 per tindakan. Dalam satu bulan biaya untuk cuci darah bisa mencapai Rp 6,5 juta – Rp 10 juta

Biaya Cangkok Ginjal
Sebagai informasi, biaya cangkok ginjal di Amerika Serikat saja sekitar 200 ribu dolar AS. Sedangkan, bila di Eropa berkisar 100 ribu poundsterling. Bila Anda melakukannya di negeri tetangga Singapura, biayanya sekitar 40 ribu – 90 ribu dolar Singapura.
Di Indonesia sendiri, diambil dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, biaya operasi terbuka untuk penyakit ini sebesar Rp 200 juta – Rp 300 juta, dan operasi tertutup sekitar Rp 250 juta – Rp 350 juta.

Ajukan dan bandingkan puluhan perlindungan asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda kepada saya :
Purwanto
Telp   : 081389757008
Wa     :  081389757008

Monday, July 25, 2016

Membangun Pensiun Nyaman



OLEH PRITA HAPSARI GHOZIE
     

   Seperti apakah pensiun yg nyaman untuk anda? Sebagian orang akan menjawab bisa berkeliling dunia, bersantai dengan teman teman, dan santai santai di rumah. Untuk sebagian lagi yg hobi kerja, mungkin belum terbayang seperti apa masa pensiun atau masa hari tua. Seperti halnya saya yg belum menginjak usia 40 tahun, terus terang membayangkan pensiun diisi dengan berdiam diri di rumah, mungkin bukan opsi yg menarik.
   
   Pikiran serupa juga ternyata dialami oleh seorang ibu pengusaha yg telah berusia 50 tahun. Sebagai pengusaha, mereka tidak bisa melihat diri mereka tidak lagi bekerja dan buat mereka mempersiapkan pensiun adalah hal yg percuma. Apakah ini yg ada dalam benak anda juga?
    
   Hari tua pasti akan datang karena itulah siklus kehidupan. Persiapan keuangan juga menjadi bagian penting dalam menyambut hari tua yg sejahtera. Hal ini sebetulnya tidak ada kaitanya dengan apakah seseorang akan tetap bekerja atau tidak di masa tua. Jadi, sangat penting seseorang mencapai kemandirian finansial sebelum datangnya hari tua.
   
   Kemandirian finansial (financial freedom) adalah suatu kondisi ketika pendapatan pasif yg diperoleh melebihi biaya kebutuhan untuk menyambung hidup setiap bulan. Otomatis pendapatan pasif ini melebihi jumlah penghasilan dari bekerja setiap bulan. Pendapatan pasif ini diperoleh dari asset investasi yg dapat secara aktif memberikan bagi hasil. Aset investasi ini memang harus diusakan selagi masih bekerja dengan satu jalan, yaitu investasi.
    
   Hingga paruh abad ini, harus diakui bahwa tabungan pribadi dan deposito masih menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan di hari tua. Kaum pakerja pun masih banyak yg hanya mengandalkan dana jaminan hari tua dari BPJS Ketanagakerjaan dan dana pensiun dari kantor tempat bekerja sebelumnya. Padahal, dengan imbal hasil produk pasar uang saat ini yg kurang dari 10 persen per tahun, apabila seseorang memiliki gaya hidup tertentu, akan sulit untuk mempertahankannya.
   
   Jika anda karyawan, setidaknya anda masih terbantu dengan adanya program pensiun dari kantor yg akan memaksa 3 persen dari penghasilan bulanan masuk ke dalam saldo dana pensiun. Terlebih untuk Anda yg mulai pandai mengelola keuangan dan mampu menyisihkan sejumlah uang dari gaji untuk dana pensiun atau dana hari tua. Sayangnya, meski sudah menabung Rp 1 juta setiap bulan, uang pensiun bulanan yg bisa ditarik di masa pensiun mungkin hanya setara Rp 250.000 perbulan.
   
   Ilustrasinya seperti ini. Misalkan selama 25 tahun dari sekarang Anda rajin menabung Rp 1 juta setiap bulan dengan target imbal hasil 5 persen per tahun. Maka, saldo dana pensiun anda secara matematis akan berkembang menjadi Rp 644 juta. Namun dengan asumsi tingkat inflasi 10 persen pertahun, uang pensiun yg dapat ditarik setiap bulan (hasil investasi dan saldo pokok) untuk jangka 15 tahun semenjak pensiun hanyalah Rp 250.000 nilai masa kini. Pahami, nilai Rp 250.000 perbulan adalah kemampuan daya beli rumah tangga di masa pensiun nanti, bukan jumlah nominal aktual yg akan diterima nanti.
  
   Lain ceritanya dengan berinvestasi. Jika uang yg sama ditempatkan di produk keuangan, seperti saham atau reksa dana, misalnya saham dengan target hasil 15 persen pertahun, saldo dana pensiun secara matematis akan menjadi sekitar Rp 3 Miliar. Dari saldo ini, setiap bulan tentu dapat ditarik uang pensiun yg nilainya di atas Rp 250.000 per bulan. Tepatnya sekitar 16.000.000 per bulan. Pilih yg mana?
    
   Merencanakan hari tua yg nyaman merupakan pilihan setiap orang. Apabila saat ini fokus pengelolaan keuangan masih seputar pemenuhan jangka pendek, sudah saatnya membagi sebagian penghasilan untuk dana masa depan keluarga. Setiap bulan usahakan untuk setidaknya menyisihkan 5 persen dari penghasilan. Lalu tingkatkan lagi menjadi 10 persen dan seterusnya. Evaluasi atas hasil investasi dilakukan setidaknya satu tahun sekali.
  
  Saya tahu sebagian dari anda merasa bahwa masa pensiun masih jauh dalam pikiran. Beberapa pinjaman mungkin belum lunas, apalagi memikirkan untuk pensiun. Pensiun itu bukan tidak berkarya. Tapi, satu hal yg pasti adalah tidak ada satu pun manusia yg rela untuk terus terusan bekerja demi memperoleh uang untuk menyambung hidup. Jika mau mandiri secara finansial, usaha di mulai dari sekarang. Money can’t buy happiness. But, money can give you a better quality of life. Live a beautiful life!
  
Rencanakan masa pensiun kamu dan masa depan keluargamu!
More info : Purwanto
Telp          : 081389757008
WA           : 081389757008


Sunday, March 6, 2016

Rencana Keuangan: Angkutan Online, Solusi Baru Masalah Baru

Rencana Keuangan: Angkutan Online, Solusi Baru Masalah Baru:     Hadirnya teknologi online memang memudahkan kita dalam segala hal termasuk dalam transportasi. Kapanpun kita butuh bepergian tinggal t...

Angkutan Online, Solusi Baru Masalah Baru

    Hadirnya teknologi online memang memudahkan kita dalam segala hal termasuk dalam transportasi. Kapanpun kita butuh bepergian tinggal tekan gadget lalu nangkring di atas kendaraan kemudian sampe ke tempat tujuan. Bahkan saat kita males ngomongpun kita akan tetap sampe tujuan gak perlu nanya ini itu toh alamatnya udah jelas tertera dalam mesin aplikasi. Pun demikian kalo kita laper raih gadget, selesai urusan. Gak sampe 10 menit makanan udah siap disantap. Anter paket? Bisa! Asisten belanja bulanan? Ayok! Anter ke pelaminan? Tunggu :(

   Tapi apa ini bener bener sebuah solusi? Benarkan kepraktisan ini membawa manfaat bagi banyak orang? Tentu saja bagi pengemudi dan pemakai jasa merasa terbantu dengan adannya terobosan baru ini. Tapi benarkah tidak ada satupun pihak yg dirugikan? Tidak ada satupun orang yg tergencet bahkan tersisih dengan sistem ini? Mari kita lihat kenyataanya.

   Suatu hari saya naik angkutan umum dr Fatmawati menuju Pondok Labu. Untuk ukuran di jam sibuk angkot ini lumayan sepi. Iseng iseng saya ngobrol ngobrol sama supir, lagipula sepi ini. Dari penuturan sang supir, hadirnya angkutan online bener bener menggerus jumlah penumpangnya. Jumlahnya yg ribuan serta didukung sistem aplikasi canggih membuatnya mati kutu jika harus bersaing secara head to head. Untuk menutupi setoran saja mereka harus ngepot sana ngepot sini, belom lagi pungutan liar sono sini, dari preman jalanan maupun preman berseragam. Kalo kalian berpikir angkutan umumlah yg bikin penumpang lari ke armada lain karena ketidaknyamanannya, mungkin kalian lupa bahwa kita tinggal di Indonesia. Indonesia ini negara ke3 dan memang belom layak mendapatkan kenyamanan. Jangankan kenyamanan, semua warganya bisa makan cukup saja udah bagus ngomong masalah nyaman. Ini gak adil bagi sebagian bahkan banyak saudara kita yg lain. Ojek pangkalan, supir taksi, supir angkot, perusahaan jasa anter paket dan tentu saja semua sopir berbasis angkutan umum. Ojek pangkalan bener bener nyari makan dr ngojek. Sedangkan ojek online banyak yg karyawan berangkat pulang bawa penumpang hanya sekedar sampingan. Sopir angkot menggantungkan hidupnya benar benar dr selisih uang setoran dan BBM. Sedangkan supir GrabCar memang mereka yg sudah punya mobil dari pada nganggur, ya lumayanlah nambah nambah. Mereka sudah punya gaji tetap tapi lha dr pada pulang nganggur mending ngambil penumpang. Hanya sambilan untuk nambah nambah. Apa ini salah? Enggak, secara prosedur tidak ada yg di langgar. Secara etika bisnis tentu saja tidak fair. Angkutan dikenakan pajak, uji KIR, regulasi ketat ini itu ribet. Sementara angkutan online tidak. Sederhanya ankutan online mendapatkan kewenangan dan hak sama dengan angkutan umum namun tidak dikenakan kewajiban dan rumitnya regulasi seperti ankutan umum. Menjalankan fungsi ankutan umum namun bukan angkutan umum.

    Di sini Pemerintah abai tidak mengambil kebijakan regulasi yg jelas dan membiarkan angkutan online berada di wilayah abu abu. Pemerintah membiarkan Angkutan umum dan Angkutan online bertarung secara terbuka di medang perang. Pemerintah membiarkan gesekan ini berkembang di jalanan. Harusnya ini bisa diprediksi jauh jauh hari bahkan ketika angkutan online baru lahir. selalu saja Pemerintah kebakaran jenggot ketika apimasalah sudah terlanjur besar. Dari awal bahkan saya yakin aplikasi ojek online tidak akan berenti di situ. Saya yakin akan berkembang ke kendaraan roda empat. Membiarkan angkutan online terus berkembang sama saja Pemerintah menciptakan mahluk bernama kanibal. Siapa kuat dia yg menang tanpa peduli salah atau benar. Lagipula ini bertolakbelakang dengan semangat pemerintah untuk mendorong warganya menggunakan angkutan umum. Menjadikan angkutan pribadi sebagain angkutan umum sama sekali tidak benar apapun alasanya. Karena dari fungsi, regulasi dan Undang Undang lalu lintas jelas melanggar hukum. Kalo masih ada orang yg beralasan ini demi untuk bisa makan, asal tau saja semua orang juga nyari makan. Dan jika alasan perut orang boleh melanggar peraturan, apa gunanya peraturan? Toh semua orang butuh makan!

Thursday, December 24, 2015

Kenapa Harus Punya Asuransi?

   Asuransi? Apa yg pertama kali muncul di kepala saat saya sebut kata asuransi? Payung? Orang orang berpakaian rapi? Atau bulu kuduk yg merinding? Serta sterotipe buruk tentang asuransi yg hanya kita dengar dr mulut ke mulut. Dan saya yakin belum tentu kebenarannya. Sejatinya asuransi lahir untuk mengurangi resiko yg terjadi dalam kehidupan kita. Iya, hidup kita penuh resiko. Sakit, kecelakaan, kebakaran, banjir, bencana alam, dan umur pendek. Iyak, umur pendek termasuk resiko yg dapat menimpa siapapun. Kita tau berapa jumlah orang meninggal setiap harinya akibat serangan jantung. Setiap 20 detik terjadi 1 kematian akibat serangan jantung (sumber: National Geographic). Ngeri memang, tapi itulah faktanya.

   Bagaimana prinsip kerja asuransi? Begini, perusahaan asuransi mengumpulkan premi dari semua nasabah dan mengelolanya. Saat nasabah mengalami satu dari resiko yg diasuransikan maka perusahaan akan membayarkan sejumlah uang sesuai dalam perjanjian yg tertera dalam polis. Sama halnya seperti hukum gotong royong bukan? Uang yg terkumpul akan diberikan kepada mereka yg terkena musibah secara bergantian dan atau bersamaan.

   Bagaimana kalo kita tidak punya asuransi? Saya ambil contoh begini, Pak Budi adalah seorang kepala rumah tangga yg berpenghasilan cukup. Setiap bulannya bahkan pak Budi mampu menyisihkan 3 juta untuk ditabung. Tujuannya adalah untuk biaya pendidikan anaknya ketika masuk kuliah dan sisanya tentu saja buat pensiun. Pak Budi gak pernah terpikir untuk punya asuransi, menurut Pak Budi dia masih muda dan sehat sehat saja bahkan tidak pernah sekalipun dirawat di rumah sakit. Saat tabungan Pak Budi masuk di usia tahun pertama tiba tiba Pak Budi merasakan sakit yg luar biasa di bagian dadanya. Setelah cek up di rumah sakit ternyata terkena sakit jatung dan dokter meminta Pak Budi menyiapkan dana 200 juta untuk biaya pengobatan. Dari mana uang sebanyak itu sedangkan tabungan Pak Budi baru 36 juta? Apapun akan kita lakukan demi kesembuhan orang tercinta. Jual rumah? Apa boleh buat kalo itu bisa membuatnya sembuh. Dengan segala usaha ternyata Pak Budi  sembuh meski dokter melarang Pak Budi untuk bekerja kembali. Dan Pak Budi ternyata memang tidak kuat untuk bekerja lagi. Bagaimana kelanjutan keluarga Pak Budi setelah kejadian ini? Iyak, istrinya menggantikan posisi pak Budi sebagai tulang punggu keluarga. Rencana pendidikan anaknya gagal, rencana pensiun menikmati hasil tabungan berantakan. Sedih bukan?

   Bandingkan dengan keluarga Pak Andi. Dengan jumlah gaji yg hampir sama Pak Andi juga mampu menabung 3 juta per bulannya. Tapi Pak Andi sadar betul kalo kehidupan ini penuh resiko dan bisa datang kapanpun tanpa kita tau. Akhirnya Pak Andi menabung 3 juta di perusahaan asuransi yg terpercaya. Pada saat yg sama di usia tabungan Pak Andi masuk usia tahun pertama ternyata Pak Andi divonis dokter sakit kanker dan diminta dokter menyiapkan aung 200 juta untuk biaya berobat. Berita baiknya, Pak Andi punya asuransi yg mencover penyakit kanker. Jadi Pak Andi dan keluarganya tenang karena perusahaan asuransi yg akan membayar semua biaya rumah sakit. Meskipun tidak mampu menghilangkan kesedihan karena orang tercinta sakit, tapi paling tidak keluarganya tidak lagi dipusingkan dengan mahalnya biaya rumah sakit. Setelah berobat ternyata Pak Andi tidak dapat sembuh total dan diharuskan bedres sehingga tidak bisa bekerja lagi. Bagaimana tabungan Pak Andi? Sesuai perjanjian tabungan Pak Andi akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi sampai usia pak Andi 65 tahun. Enak bukan? Meskipun Pak Andi tidak mampu bekerja namun tabungannya terus jalan sampai usia 65 tahun. Artinya rencana pensiun Pak Andi tetap berjalan sesuai rencana dan pendidikan anaknya tetap tercapai meskipun ayahnya sakit dan tidak mampu bekerja.

   Nah seperti itu konsep asuransi dan bagaimana kita menyiapkan rencana masa depan. Pahami setiap asuransi yg akan anda pilih. Pelajari betul betul pasal pasal yg tercantum dalam buku polis. Konsultasikan dengan seksama kebutuhan asuransi seperti apa yg mau kita pilih dengan agen asuransi. Asuransi itu menyenangkan kok, cuma asuransi yg mau menolong kitas saat terkena musibah. Setau saya TIDAK ADA ORANG YANG BANGKRUT KARENA ASURANSI, JUSTRU BANYAK ORANG BANGKRUT KARENA TIDAK PUNYA ASURANSI !!!

Untuk asuransi terbaik anda hubungi saya: 

PURWANTO
Telp            : 081389757008
WhatsApp  : 081389757008
Facebook   : Purwanto Antok Sungkono
Twitter        :  @antok_0901
Instagram   : PURWANTO0901

Wednesday, December 2, 2015

Musibah? Gak Mungkinlah!!

   Beberapa lalu saat gue pulang kampung, banyak pengalaman yg gue alami. Iya pulang kampung kemaren adalah pulang kampung terlama gue. Baru kali ini gue bisa pulang kampung selama ini. Saking lamanya keiteman gue naik 50%. Tunggu, bukannya gue emang item? Ya udahlah ya, gak penting juga buat kemajuan Indonesia. Eh ini apa ya? Oke balik ke topik. Banyak pengalaman menyenangkan saat pulang kampung kemaren. Tapi ada kejadian menyedihkan terjadi yg sampe sekarang gue inget betul bahkan menutupi pengalaman menyenangkan gue. Otak memang aneh, lebih gampang buat inget sedih dari pada seneng. Bener banget, ada musibah yg sama sekali gak terduga menimpa keluarga gue, tepatnya paman gue. Gue mau bagi di sini karena menurut gue kita bisa mengambil pelajaran berharga yg dialamin paman. Iya, dari kejadian terburukpun sebenernya ada hikmah yg bisa kita ambil. Gue percaya akan hal ini. Saat itu gue bener bener sedih karena merasa gak bisa berbuat banyak untuk bantu dia.

   Nah jadi ceritanya gini, sore itu paman dapet undangan buat hadir di kawinan kerabatnya yg kebetulan tinggal di lain desa. Letaknya gak jauh sih, tapi bukan berarti deket juga, kira kira 5 kilometer dari desa kami. Karena relatif deket paman sama istri ngajak putrinya paling bontot dan bawa motor. Perjalanan baik baik saja sampe dimana rombongan yg semuanya pake motor sudah sampe rumah sementara paman gak juga keliatan. Entah kenpa paman bisa tertinggal dari rombongan dan rombongan bisa meninggalknnya. Akhirnya telepon bunyi dr petugas sebuah rumah sakit besar di kabupaten kami, paman dan keluarga mengalaami kecelakaan. Sedang ditangani tim medis dan segera dilakukan tindakan operasi diharapkan keluarga dateng. Badan tiba tiba gemeter, darah panas rasanya mengalir lebih cepet ke ujung kaki dan kepala. Tambah gak karuan begitu inget ketiganya gak pake helm. Oh Tuhan, apalagi ini?

   Sampe di rumah sakit tangis ibu dan nenek pecah, semua orang menatap nanar ke arah tiga ranjang yg saling berdampingan. Hanya si kecil yg sadar dan menangis. Entahlah, karena kesakitan atau ketakutan melihat orang sebanyak itu dan saling menjerit. Ini gak bagus, akhirnya gue gedong si kecil keluar dan meminta perawat untuk merawatnya di ruang terpisah. Keduanya penuh perban, paman menderita luka paling parah. Wajahnya penuh perban, hanya menyisakan hidung dan mulutnya sementara tulang selangkanya patah dan harus segera dioperasi. Istrinya cidera di bagian kepala belakang, lehernya dipasang sebuah alat penopang untuk menghindari goncangan, sisanya dia seperti orang begog yg gak inget apa apa.

   Gue pergi ninggalin ruangan, entahlah akhir akhir ini gue gampang sekali terharu. Merinding bukan maen, gak kuat. Di pojokan sebuah kantin gue isep dalem dalem sebatang rokok yg baru saja gue bakar. I don't know, gak seenak biasanya. Gue matiin, gue injek daalem dalem. Sebagai agen asuransi gue merasa gagal. Gue gagal menyakinkan paman gue sendiri tentang pentingnya asuransi. Gue gagal. Tiga bulan sebelom musibah ini, gue sempet mendatangi paman, membagi dan menjelaskan kenapa orang harus punya asuransi. Membagi sebuah program perencanaan masa depan dan menyadarkan dia betapa manusia dekat dengan musibah, sangat dekat. Sudah terlambat, sejujurnya gue gak mau paman gue termasuk mereka yg kurang beruntung. Gak mau orang terdekat mengalami musibah, apalagi mendapat musibah tanpa punya asuransi apapun.

  Udah 2 bulan berlalu dr kejadian itu. Paman sudah sembuh meski masih berada di atas kursi roda.  Bibi sudah bisa menjalankan aktifitas sehari hari, meski kini dia yg menggantikan posisi kepala rumah tangga sekaligus tulang punggung. Semua tabungan ludes untuk berobat. Tabungan buat anak sekolah, tabungan emas juga gak ketinggalaan. Ada harga yg harus dibayar untuk sebuah kata sehat dan itu gak murah. Musibah adalah kejadian yg semua orang gak pengen ngalamin, termasuk gue. Tapi bisa gak kita mastiin diri kita bukan termasuk dari mereka yg kurang beruntung? Musibah mungkin bisa dateng kapanpun tanpa kita sadari. Tapi mempersiapkan segala sesuatu bahkan sebelom kemungkinan terburuk itu terjadi adalah bentuk kebijaksanaan dan wujud nyata kita mencintai bagian terpenting dalam hidup kita. Tepat, kehidupan setelah musibah terjadi adalah yg paling penting. Kelansungan kehidupan keluarga kita tetap berjalan semestinya setelah musibah menimpa adalah tujuan orang berasuransi. Bayangkan, paman harus memulai dari nol untuk membangun ekonomi keluarga. Berita buruknya paman sudah gak seproduktif dulu ketika sehat. Paman di kursi roda, sulit rasanya menyakinkan perusahaan atau orang sekalipun untuk menerimanya bekerja.

                                                                                            Jakarta, 3 Desember 2015

Friday, November 27, 2015

Rencana Keuangan: Tipe Tipe Penonton Bioskop

Rencana Keuangan: Tipe Tipe Penonton Bioskop:        Seberapa sering sih kalian nonton di bioskop? Seminggu sekali? Sebulan sekali? Atau malah setiap hari? Apapun itu lu pasti perna...

Tipe Tipe Penonton Bioskop

   


   Seberapa sering sih kalian nonton di bioskop? Seminggu sekali? Sebulan sekali? Atau malah setiap hari? Apapun itu lu pasti pernah nemuin beberapa penonton aneh. Apa jangan jangan malah lu termasuk salah satunya wkwkwk. Nah kemaren saat gue nonton ketemu beberapa kejadian yg menurut gue lucu. Akhirnya gue kepikiran juga buat ngepost di sini. Dari pengalaman pengalaman nonton gue sih ini dan gue yakin kalian juga pernah ngalamin. Di artikel ini gue mau berbagi beberapa tipe penonton bioskop yg menurut gue bikin kezel. Inilah tipe penonton bioskop menurut gue;

1.Komentator

   Kalo lu nonton bareng sama orang tipe ini, siap siap aja lu jadi tong sampah yg bersedia nampung semua komentarnya. Apa aja di komentarin, dari akting pemain, alur cerita, kostum sampe payudara mbak mbak jaga tiket yg sama sekali gak ada hubungannya sama film. Iya sih kadang omongannya bener juga, tapi kan kita di sini mau nonton film bukan mau jadi kurator. Baiklah itu nanti saja sesampe rumah, sekarang gue mau nonton. Oke, tinggalin dia, atau pura pura tidur.

2. Tukang Kritik

    Ini adalah orang yg gagal membedakan mana film dan mana dunia nyata. Dia berharap film ya kayak kehidupan nyata aja. Begini yg sering gue denger; "boong banget jatoh dr gedung kagak mati" atau "masa dikeroyok puluhan orang kagak ngapa ngapa?" dan "Segitu banyak nembak satu orang aja gak ada yg ngenain, TOLOL". Oke, ini film bukan kehidupan nyata tuan. Kalo kehidupan lu sama sekali gak sekeren film bukan berarti film juga harus setragis kehidupan lu.

 3. Ribet

   Miss perfek, semua harus sesuai kemauannya. Ya judul film, tema, tempat duduk, makanan sampe urusan tetek bengek aja harus persis sama yg dia pengen. Emang ini bioskop punya nenek moyang lu apa? Ya kalii...

 4. Gadgetholic

   Orang ini emang ga niat nonton, gak tau filmya yg gak menarik atau memang gadgetnya lebih menarik. Dikit dikit buka hempon, asyik chating sama orang, buka facebook, selfi di dalem bioskop atau apalah. Masalahnya bioskop itu kan gelap, begitu ada yg buka gadget langsung keciri dong? Semacem narik perhatiian gitu. Gue sih terganggu sama orang kek gini. Malah kemaren itu parah, jadi pas gue nonton film drama lagi adegan sedih, suasana hening karena tokoh utama nyaris mati karena koma tiba tiba ada telepon bunyi. Lu tau gak nada deringnya apa? SAMBALADO! Sumpah ini gak lucu dan bukan bagian dari adegan film. Serius perhatian yg tadinya fokus ke film tiba tiba buyar gitu aja beralih ke bapak pemilik hempon yg duduk paling depan sambil cengingas cengingis. Ampuni bapak ini Tuhan...

 5. Tukang Mesum

   Nah ini nih yg paling banyak nih. Bilangnya sih mau nonton padahal mau mesum. Gue gak ngerti kenapa di bioskop? Tempat yg seharusnya kita jadiin untuk menikmati film bukan 'menikmati' yg lain. Sekarang gue ngerti kenapa film horor laris manis di pasaran. Iyalah, lebih banyak seting malem artinya lebih banyak 'kesempatan'. Khususnya film horor Indonesia, gue gak yakin penonton film yg kebayakan anak muda mau nonton film horor karena ceritanya. Gue pernah beberapa kali ngegepin penonton cewek belom sempet ngerapiin atasan sementara lampu bioskop keburu nyala. Peraturan dasarnya, lu harus tau persis kapan film selesai dan pastiin 5 menit sebelomnya udah bener bener rapi. Oh ya, sebenernya dengan harga tiket yg hampir sama lu udah bisa dapetin hotel, setidaknya kelas melati. Itu lebih baik kalo tujuan lu memang bukan nonton.

 Yup, itulah tipe tipe penonton bioskop menurut gue. Gak semua siih begitu, tetep ada beberapa orang yg nonton memang bener bener pengen nonton film sebagai media hiburan. Iya, itulah kenyataanya banyak banget karakter orang. Bagi sebagian orang, begini adalah ribet bagi sebagian lainnya menyenangkan. Baik menurut lu belom tentu baik menurut orang. Intinya di negara bebas lu boleh berekspresi sesuka lu. Orang punya punya elu kok. Tapi orang juga berhak dong ngeluhin sikap lu yg mengganggu. Impas !

Sunday, November 1, 2015

Perubahan

  Siang tadi gue berkunjung ke rumah saudara bapak yg kebetulan tinggal jauh dari desa kami, kira kira dua jam perjalanan dengan sepeda motor. Terakhir kali gue maen ke sana kira kira 10 tahun yg lalu. Lama yaa? Bukan karena sombong atau bagaimana gue gak pernah maen ke sono. Tapi karena gue merantau dan jarang pulang, kesempatan dan waktu saja yg bikin kami susah ketemu. Apalagi sejak meninggalnya kakek dan nenek (dari bapak), praktis jarak kami semakin jauh saja. Oke ini salah, apa boleh buat keadaannya memang begitu. Nah karena kesempatan dan waktunya pas, akhirnya gue sempetin maen sekalian silaturahmi hehehee
 
 Begitu sampe rumahnya gue bingung, antara yakin dan gak yakin itu rumah tante gue. Masa iya ini rumah tante gue? Gak mungkin segede ini, tapi gue yakin di sini dulu rumahnya. Gak salah lagi. Belom sempet gue ketok pintu muncul cewek perawakan tinnggi sedang, putih nyamperin gue. Beberapa detik gue sempet perhatiin ujung kakinya, oh iya nyentuh tanah. Manusia bukan kuntil anak, pikir gue. "Nuwun sewu, madosi sinten mas?" (mohon maap, nyari siapa mas?). Gue tambah bingung, ini cewek siapa tiba tiba keluar mana pake bahasa jawa alus lagi. Duuh, gue gak ngerti, jangan bikin gue tambah bingung dong! Apa gue salah rumah? Ah enggak kok. Akhirnya gue jawab sekenanya "Niki leres mbak daleme ibu Sripah?" (ini bener mbak rumahnya ibu Sripah?". "Oh injih mas, kulo putrinipun ibu Sripah ingkang paling alit. Nami kulo Lestari, njenengan sinten njih?" (oh iya mas, saya anaknya ibu Sripah yg paling kecil. Nama saya Lestari, anda siapa ya?). OMG...!!! Semoga gue gak salah liat, ini Lestari yg dulu ingusan, Lestari yg selau nangis dan gak mau kalo disuruh mandi, yg gak pernah mau pake baju tanpa ada kancingnnya, yg hobbinya nangis ngelemparin dinding pake batu. Oh Tuhan, secepat inikah pertumbuhan anak anak jaman sekarang? Sehebat inikah susu formula yg ada di iklan iklan tipi. Setelah gue yakin baru gue jelasin panjang lebar siapa gue sampe dia inget sedikit demi sedikit. Syukurlah, gue gak harus pake bahasa jawa alus terus menerus, jujur saja meski gue asli orang jawa tapi gue gak bisa berbahasa jawa alus dengan baik dan benar. Oke nenek moyang, maafkan generasimu yg bodoh ini.

  Kami ngakak bukan maen setelah tau masing masing, sambil sesekali memandang satu sama lain. Masih belum percaya mungkin itu yg ada dalam diri kami masing masing. Masih saling pandang kami masuk menuju ruang tamu. Curiga satu sama lain, gue curiga dia pasang susuk, sementara dia curiga gue rampok yg lagi nyamar. Iya, dunia berjalan lebih cepat dari tahun ke tahun. Bahkan dia jauh meninggalkan kita saat kita belom sempet merencanakan sesuatu. Rasanya baru taun lalu gue ke sini dan dia gelayutan manja di pundak gue. Sekarang? Gue gak yakin dia mau melakukannya lagi.

  Sampe di ruang tamu gue ditinggal ke dapur buat bikin minum, kebetulan gue juga haus. Oh ya, dia bilang ibu sama bapak lagi ke pasar sebentar lagi juga pulang. Ah gue tunggu sampe mereka pulang, sekalian gue mau ceritain kenakalan kenakalan dia waktui kecil. hahaha.. Setelah kami asyik ngobrol, beberapa saat ada orang ngucap salam dari luar pintu. Iya bener, orang tuanya pulang dari pasar. Gue deg degan dan gak sabar kayak apa tante dan om gue sekarang. Gue ikut nyamperin mereka saking gak sabarnya. Sampe di depan pintu gue langsung cium tangan mereka sambil sebut nama. Oh Tuhan, mereka meluk gue kenceng. Mereka nangis, dan entah kenapa gue ikut ikutan netesin air mata. Merinding sekaligus terharu. Gue kaget sama perubahan perubahan mereka, mereka gak kalah kaget liat gue yg sekarang. Setelah sesi sedih layaknya adegan film drama, kami ngobrol asyik bahas apa saja. Sampe juga akhirnya mereka membahas kenakalan kenakalan gue waktu kecil. Si Lestari ketawa puas denger cerita masa kecil gue. "Akhirnya dapet pembalasan juga lu" mungkin itu yg ada di pikiran dia.

  Perubahan, sadar gak sadar kita bakal mengalaminya atau bahkan sudah mengalaminya. Umur, wajah, status, nasib bahkan jaman yg gak pernah kita sadari kapan perubahan itu terjadi. Gue masih inget dulu saat SD ibu ngasih uang saku 50 perak yg beliau taro tepat di atas pintu kamar. Perlu kalian tau ibu berangkat ke sawah jauh sebelom gue bangun tidur. Tapi beliau gak pernah lupa ngasih uang saku. Selalu di atas pintu kamar gue, cuma kami yg tau. Iya, semacam kode rahasia. Buat ngambil gue harus naik ke ranjang tempat tidur. Seragam persis di samping bantal, sepatu di kolong tempat tidur, tas ngegantung di pintu kamar, sarapan di dapur. Jaman gue SD, duit 50 perak udah cukup buat jajan sampe pulang sekolah. Jaman dimana permen Sugus cuma 10 perak, es lilin 25 perak, gorengan 20 perak, kerupuk udang 20 perak. Oh iya jangan tanya jajanan macem macem, jaman gue jajan gak sebanyak sekarang. Oke, gue punya adek yg sekarang lagi kelas 2 SMA dan lu tau berapa uang jajannya? 20rb men! Berapa kali lipet dari uang jajan gue dulu coba? Itu yg gue sebut perubahan!

  Seseorang harus mengikuti perubahan, bergerak secara dinamis sesuai perubahan jaman. Orang yg gak mau berubah mengikuti perubahan ia akan tertinggal jauh dari peradaban. Berada di zona nyaman membuat kita lupa kalo dunia bergerak maju mininggalkan orang orang yg tetap menikmati kenyamanannya dan anti terhadap perubahan. Berubah bukan berarti meninggalkan jati diri melainkan berubah untuk memperbaiki kualitas diri. Hari ini gue mengambil perubahan besar dalam hidup gue. Gak gampang memang, tapi dengan keyakinan dan dukungan orang orang tercinta gue yakin bisa melaluinya. Ya Allah pemilik alam semesta dan segala rahasia di dalamnya, semoga Engkau merestui pilihanku ini. Selamat datang perubahan...!!!

Sunday, October 18, 2015

Sosial Media dan Penggunanya

  Tadi pagi ada temen WhatsApp gue, dia bilang "gue kesel hari ini ada cowok ngirim foto 'burungnya' dia juga bilang banyak cowo rese. Artinya ini bukan pertama kalinya buat dia. Antara kaget dan eggak sih sebenernya. Enggak, karena gue pernah denger dari cewek cewek temen kantor. Kaget, kok dia jadi korban cowok iseng juga, padahal dia berpakaian syarii. Meskipun gue juga sadar cowok model begitu memang gak peduli cewek pake baju apa tetep saja otaknya mesum. Karena itu juga akhirnya gue kepikiran bikin tulisan ini.

  Nah yg bikin gue bingung, sebenernya apa sih motif dari cowok cowok itu ngirim foto penis ke wanita yg sama sekali belom pernah deket atau bahkan kenal sebelomnya? Fantasi? Mencari patner seks? Pamer? Atau memang mereka mengidap eksibisionis? Yang terkhir gak usah dijelasin, namanya juga penyakit! Aneh memang, semakin maju jaman gak diimbangi kemajuan kapasitas otak.

 Oke gue bahas satu persatu alesan yg mungkin masuk akal menurut gue. Fantasi, gue bingung fantasi apa yg kita dapet setelah kirim foto penis ke cewek? Apa mereka pikir cewek bakal kirim foto kelaminnya juga sebagai imbalan dia udah kirim foto yg sama? Gue gak yakin kecuali ceweknya sakit. Orang pengangguran selalu punya alesan untuk melalukan hal yg gak pernah dipikirin orang sibuk. Menghabiskan waktu.

  Mencari patner seks? Gak ada cara yg lebih kurang ngajar daripada ini menurut gue. Harapanya si cewek bakal mendadak horny kemudian menghubungi nomor yg dipajang bersama foto penis. Oke coba jelasin bagaimana seorang wanita mau berhubuhan seks dengan pria baru dikenal hanya dengan melihat foto penis yg dia kirim. Apa mereka pikir berhubungan seks ibarat transaksi barter barang dagangan? Ide bagus utk orang sakit yg luar biasa dan gak punya duit buat berobat.

  Pamer? Serius gue gak ngerti penis termasuk sesuatu yg layak buat dipamerin. Oke mungkin penis lu segede gaban tapi apa itu cukup dijadiin alesan buat pamer sama orang yg baru lu kenal? Kebanggan macam apa yg lu dapet setelah orang orang tau ukuran penis lu? Kenapa kalian gak coba ikut kontes penis terbesar di dunia? Orang orang sudah mulai pamer mobil baru, gadget paling canggih sementara kalian masih seputar selangkangan. Dan gue yakin cewek lebih lebih horny liat mobil baru dari pada penis lu yg ukurannya gak seberapa itu.

  Shob, cukup! Banyak pria pria di luar sana (termasuk gue) yg ikut menanggung akibat kelakuan dan hobi kalian yg aneh itu. Sudah cukup kalian merendahkan martabat dan harga diri pria. Pria sejati memberikan harga tinggi buat dirinya sendiri. Memberikan foto kelamin ke orang asing sama sekali bukan tindakan seseorang yg punya nilai tinggi terhadap dirinya sendiri. Pria sejati punya banyak hobi dan pekerjaan sebagai pelampiasan waktu luang. Mereka punya kharisma dan sex a peal yg luar biasa bikin cewek klepek klepek dan rela menyerahkan semua yg mereka punya. Jadilah seperti mereka, tiru apa saja yg mereka lakukan dan kalian bakal dapet apa yg kalian mau bukan hanya fantasi yg selama ini menyandra hidup kalian. Gue juga cowok, sama seperti kalian punya nafsu juga. Tapi gue gak rela merendahkan harga diri gue cuma buat hal aneh kayak gitu. Gue gak rela penis gue ditonton banyak orang meskipun dibayar apalagi gratis. Paling penting, gue gak mau ngecewain orang orang yg paling gue sayang. Gue memang belom bisa membuat bangga mereka tapi paling tidak gue gak pernah ngecewain mereka. Bayangin wajah orang tua kalian dan betapa malunya mereka liat anaknya 'sakit jiwa' gara gara pengen ML gak kesampean!!!

Wednesday, October 7, 2015

Pulang Kampung

  Pulang kampung, ya menyenangkan dengernya. Tapi tunggu dulu, gak semua pulang kampung menyenangkan loh ada beberapa kejadian yg kadang bikin kita bete. Kali ini gue mau share pengalaman pulang kampung gue kemaren. Tenang masih anget. hehehe

  Nah jadi ceritanya kemaren itu gue pulang kampung karena ada beberapa urusan yg mau gak mau harus gue dateng. Kampung gue itu di Bojonegoro tepatnya di desa Tambak Merak kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, asing? Iyalah, mesin google juga bakalan pingsan suruh nyari ini alamat. Nah sementara gue nyari makan di Cilandak Jakarta Selatan. Iya, gue merantau ke Jakarta dari lulus sekolah, tepatnya 8 taun yg lalu. Kampung gue itu jauh dari peradaban modern jangankan lapangan pekerjaan, lapangan golf aja kagak ada. Ya kaleee...

  Belom cukup? Masih ada banyak kesalahan yg terjadi di kampung gue. Kenapa kesalahan? Bayangin coba sebagai daerah penghasil minyak harusnya kampung gue jadi gemah ripah loh jinawi. Lah ini? Jelan jalan pada bolong, bopeng sono sini. Naik mobil aja oleng ke mana mana gimana kalo naik motor? Debunya gak nahan. Kalo di Riau hujan asap di tempat gue hujan debu. Pernah gue pergi ke kota cuma buat ngeprint gak pake masker pulang pulang gue coba iseng nimbang badan, Alhamdulillah nambah 2 kilo. Dan jangan tanya kondisinya kalo musim hujan? Gue aja aja gak berani nanya. Parah men, yg ada kendaraan naik orang bukan orang naik kendaraan. Jadi, jelasin coba kenapa kampung gue yg setiap harinya dilalui hilir mudik mobil tanki pengangkut minyak gak kecipratan pembangunan sama sekali?. Jelaskan !!!

  Di kampung gue yg namanya jaringan internet itu jadi barang langka. Susah men, giman lu bisa kekinian kalo lu gak bisa up date profile pict setiap menit. Gimana orang orang bisa megakui ke-eksitan lu kalo lu aja gak hadir di setiap temline atau hestek populer saat ini? Lu bakalan mati gaya gara gara ketinggalan tren. Yang terjadi lu cuma bisa ngacung ngacungin gadget nyari sinyal, atau naik ke atep rumah cuma buat nyetatus!

   Air? Jadi barang mahal di kampung gue. Sumur sumur kering, kalo musim kemarau kayak sekarang, orang orang setiap harinya ngantri air di sumur kampung sebelah. Gue gak tau apa dosa nenek moyang gue dulu sampe sampe kami dikutuk jadi fakir air. Hari ini seharian gue belom mandi, bukan karna males mandi tapi karna air lagi susah. Bau? Pasti ! Makanya kalo pulang kampung saat musim kemarau begini gue bawa parfum banyak. Cuci muka semprot parfume, beres!

  Rata rata penduduk sini hidup bertani dan beternak beberapa ada yg jadi PNS dan pedagang tapi bisa dihitung dengan jari. Padahal air adalah sumber utama bagi petani. Bagaimana bisa mereka bercocok tanam kalo gak ada air? Tadah hujan, kami hanya menggarap sawah saat musim penghujan. Saat kemarau adalah saat di mana kami libur panjang. Beberapa ada yg coba jadi kuli bangunan di kota besar, sisanya pasrah menunggu musim hujan datang. Sebenernya ada wacana pembangunan irigasi untuk persawahan sekaligus memenuhi kebutuhan air sehari hari. Namanya juga rencana, orang mah bebas mau punya banyak rencana. Masalahnya dilaksanain gak? Rencananya muncul pas gue masih SD buktinya sampe sekarang belom ada tuh irigasi. Bahkan udah berapa kali ganti Lurah tetep gak terwujud. Lurah baru, harapan baru artinya kekecewaan baru. Sulit ya membayangkan mereka bisa sukses atau setidaknya makmur di masa mendatang. Bisa cukup setiap harinya saja sudah bagus.

    Nah seperti itu sekilas tentang kampung gue. Menyedihkan ya? Tapi tetep ngangenin. Meskipun kondisinya serba susah tetep saja gue datengin setiap tahunnya. Kadang gue kangen ngantri air, kangen seharian gak mikirin gadget, kangen oleng olengan di jalan ngejar waktu, kangen liat sapi digiring ke padang rumput, dan kangen gak selalu sama yg bagus yg jelek dan nyebelinpun gak kalah ngangenin. Gue lahir di sini di gedein di sini dan gue pengen menikmati masa tua di sini. Gue punya impian suatu saat nanti sukses di perantauan dan bisa membantu masyarakat sini membangun sebuah irigasi apapun caranya. Amiin...